Anak Muda Jaman Sekarang Banget

Dibuat tahun 2008, ini adalah hasil pengamatan kepada beberapa kawan dan orang yang sedang agak bermasalah dan frustasi.. Mengenai masalah paling heboh yang biasanya sering menyita perhatian terlalu besar..

AKU

Aku,
Aku yang selalu ada di sisimu
Aku yang menemanimu,
mengagumimu, menyayangimu.

Aku yang berikan seluruh hatiku
untukmu, untuk mencintaimu,
untuk kau khianati,
untuk kau sakiti.

Aku yang ingin bahagiakanmu,
dengan sepenuh hatiku,
dengan sepenuh jiwaku,
hingga akhir hidupku.

Itu aku.

AKU!

Bukan dia..


wuik.. medeni --'
Jangan seperti itu ya!

Read More...

Lagi-lagi Terlambat Lagi - -'

Memohon maaf sebesar-besarnya, buesssaar sekali, kepada M. Alif Timur Ghifari dan Ervandy Rangganata.

Sekaligus terima kasih yang nggak kalah buessarrr karena (kayaknya) nggak marah dan memaafkan saya.

Baiklah, saya nggak akan tidur jam 8 malam tanpa Noki5130 yang sudah tersetting alarmnya berada di samping saya.




Read More...

Terlambat, Lagi

Terlambat masuk sekolah, bukan kejadian asing untuk saya. Malah hampir khas. Sudah berkali-kali kok terlambat sekolah. Dan itu bukan pengalaman buruk yang membuat trauma atau apa.
Hanya saja . . . kadang agak 'membencikan' (mbencekno)

Hari itu saya terlambat karena ban bocor. Waktu sudah diperbolehkan masuk, seorang guru mengajukan beberapa pertanyaan..
Guru = G, aku = A

G : Kenapa terlambat?
A : Tadi bannya bocor buk.
G : Ya makanya, kalau berangkat itu jangan mepet-mepet. Kalau berangkat itu diperkirakan hal-hal yang tidak terduga. Coba kalau kamu berangkatnya jam setengah enam, meskipun ban bocor pasti nggak akan terlambat. Karena suasana jalan itu jauh berbeda. Selisih waktu 5 menit aja kendaraan itu sudah jauh lebih rame, macet.
Buk, I get it, Buk. Akan saya perbaiki diri saya..
..niatnya sih begitu.. tapi tepat besoknya saya telat lagi, duh --' Apalagi telatnya kali ini murni telat kesiangan, nggak keren sama sekali.

Yah, maka saya kembali menghadap ibuk yang sama dengan pandangan meremehkan dua kali lipat dari sebelumnya.
G: Lho kamu kemarin terlambat kan?
A: Ngg iya buk.
G: Sekarang terlambat kenapa lagi kamu?
A: Telat bangun buk.
G: Naah, paling-paling kemarin kamu juga telat bangun, cuma alasan aja ban bocor.
A: (dalam hati) HEH! Mbencekno cak! Nuduh-nuduh gak masuk akal!
A: Kemarin ban saya bocor buk. (dilafalkan perlahan-lahan dengan tekanan sejuta Pa)
G: Rumahmu di mana seh?
A: Rewwin buk.
G: Halah di Rewwin. Rumah saya ini di Sepanjang tapi saya nggak telat seperti kamu. Kamu naik motor sendiri ta?
A: Diantar buk.
G: Sekarang kalau telat gini ini salahnya siapa, yang ngantar atau yang diantar?
A: Ya nggak bisa disalahkan gitu buk. Setiap hal ikut berkontribusi sehingga menyebabkan keterlambatan itu.
G: Iya, tapi yang kontribusinya paling besar siapa?
A: Ya nggak tau buk. Hal seperti itu nggak bisa dihitung.
G: Kok bisa itu lho. Ya mesti yang dianter to mbak. Yang nganter itu kan ya tergantung yang dianter. Berangkat itu setengah enam makanya. Bangun itu ya jam setengah lima paling nggak. Kalau kamu berangkat jam enam itu ya untung-untungan aja telat atau nggaknya. (lihat daftar absensi) Wah kamu sudah tiga kali telat ya. Sekali lagi telat pulang aja kamu. Sudah sana.

Saya tahu dan saya paham bahwa terlambat, apapun alasannya, tetaplah sebuah kesalahan. Karena itu saya kira tidak perlulah tanya-tanya "Kenapa terlambat?" bahkan nggaya membandingkan jarak jauhnya rumah. Toh alasan itu tidak akan berpengaruh apa-apa. Saya pun bukan mau berdebat dengan ngeyel bahwa saya tidak bersalah. Saya salah, mengakui itu. Nggak perlu banyak chit-chat kan? Silakan langsung menuju konsekuensi saja, yang dalam hal ini adalah pencatatan keterlambatan (dan, katanya sih, pemberian poin pelanggaran).

Tapi saya juga salah sempat panas di tengah-tengah gitu. Sebenarnya jelas-jelas yang salah itu yang diantar, iya buk, Anda benar. Tapi saya ndak suka Anda nuduh saya bohong. Menurut saya itu.. kinda.. kurang ajar.

Jadi ingat jaman SD, waktu terlambat merupakan suatu hal yang sangat menakutkan. Kalau sudah tahu akan terlambat, mending saya bolos aja. Bayangan saya, pasti akan dimarahi. Menakutkan! Nggak akan kuat menghadapi mata orang-orang yang saya kagumi itu mendelik marah. Hiiyy >.<

Cerita Suatu Pagi Ketika Aku Terlambat Sekolah

Bagaimana dapat kukejar tik-tok jam?
Sepatuku dihalang-halangi tangga!
Piala sombong ikut terkikik
Lucu, lihat keringatku panjang

Kulihat dua bola api biru
Mengejar, membakarku

Habis aku.

Api biru itu indah sebenarnya, dan kamu nggak akan mengira bahwa biru itu panas sekali. Itu adalah dua bola kecil yang bisa kamu temukan di mata beberapa orang dewasa, mata yang tenang.. tapi sangat panas membakar.



Read More...

Tentang Sesuatu

saya merasakan sebuah
PERUBAHAN

dan saya TAHU
bahwa ada SESUATU
yang tidak saya TAHU

Tapi apa itu? --''


Sementara saya sedang sibuk dengan sesuatu dan diri saya sendiri, dunia berputar cepat sekali. Orang-orang berubah, dan banyak hal terjadi. Saya seperti tertinggal. Tak tahu kondisi. Tak bisa memahami. Setidaknya saya masih bisa merasakannya, bahwa ada sesuatu yang mengganggu beberapa orang. Mungkin tentang saya, mungkin bukan. Tapi saya pun terpengaruh, karena saya bagian dari dunia ini.

Saya akan diam dulu dan mengamati.

Read More...

Unusual Dreams

Sejak tidur malam kemarin hingga saat ini, mimpiku aneh-aneh. Biasanya aku tidur nggak mimpi. Apakah ini akibat level stress yang memuncak atau imajinasi berlebihan?

Ada tiga kejadian yang sangat aneh yang aku ingat di dalam mimpi.

Pertama aku mimpi sedang ada di sebuah gedung.. lalu aku naik eskalator.. tapi eskalator itu nggak rata stabil. Eskalatornya bergelombang aneh.. naik turun.. dan sedikit empuk gimanaa gitu. Pada akhirnya aku bukannya sampai di lantai atas malah meluncur ke bawah, jatuh.

Kedua aku mimpi sedang ada di sekolah. Tiba-tiba dipanggil sama mbak feny, diajak ngomong tentang sesuatu yang sangat serius.. sebuah rencana untuk kemajuan smala. Rencananya adalah..... BUBUR AYAM. what the.. --" aku disuruh tiap pagi bawa bubur ayam buat anak se-smala. Kata mbak feny bubur ayam lebih baik daripada nasi. Pas di mimpi itu aku inget banget, rencana BUBUR AYAM rasanya emang serius banget, penting untuk kemajuan smala. Werr...

Ketiga mimpi tentang dia menanyakan sesuatu yang berawalan dengan kata "Kamu mau nggak" (lanjutannya nggak usah ditulis) Orang ini di kehidupan nyata baik sekali. Di mimpi jadi jahat gitu wuik. Jangan jahat gitu ya. Kamu orang baik dan kamu punya seseorang untuk dibaiki. Perfect for you :)

Seru juga punya mimpi yang aneh-aneh begini. Mau lagi dong malam ini :D

Read More...

First Award

Dapet award.. dapet award.. dari anind, terima kasih :)

peraturannya :
1.
banner gambar tidak boleh diubah; baik tulisan, warna atau signaturenya tapi kalau resize gambar boleh
2. tuliskan siapa yang kasih award dan urlnya
3. pilih 10 fe
male blogger yang kamu kenal dan belum menerima award ini, dan sebutkan alasan kenapa kamu pikir mereka pantas menerima award ini!

Haduh 10? Banyaknya. Lima aja ya, biar tambah eksklusif :D (asline males ae)

So the award goes to..

  1. rizkyastari aka kikik karena paling rajin update dan layoutnya selalu keren.
  2. sitha maharani aka mbak ze karena biasanya melalaikan blog tapi akhir-akhir ini lumayan rutin update.
  3. firdafriday aka uni karena nggaya ngeblog pake bahasa linggis *ups*
  4. fenyps aka mbak feny karena kacamatanya merah ngejreng (rada gak nyambung, babahno)
  5. retna gumilang aka anter karena bingung ke siapa lagi :p

Mumpung lagi nglibur saya menyelesaikan tanggungan-tanggungan semacam ini :p

Read More...

Perjalanan Pergantian

Kemarin bertumpu pada besok
Harapan mengalir dari lalu ke depan
Sebuah siklus
dengan sistem sama dan pemain berbeda

Kenapa kemarin menumpu pada besok yang bukan dirinya?
Yang depan begitu tak terlihat tak terprediksi
Sedang kepercayaan adalah pertaruhan

Sadarkah?
Kalian sedang bertaruh pada kami yang tak pasti

Read More...

Finally

Nah, nice huh?
Udah ganti layout nih. Berarti saya konsisten dengan kata-kata saya kan ;)
Da-dah layout merah putih, mungkin kita ketemu lagi Agustus tahun depan.

Kali ini layoutnya gelap-gelapan dan simpel. Very me. Haha. Terus daftar labels-nya aku ganti jadi blogumus jadi lebih keren. Twitter update diilangin karena udah nggak pernah ngetweet. Mungkin nanti aku tambahin widgetnya plurk.

Tapi ada masalah juga nih..

Blogroll tidak terselamatkan, hilang. Padahal kemarin itu blogrollnya banyak. Jadi agak males nih ngelist satu-satu. Jadi kalau ada yang baca post ini dan ngerasa namanya hilang dari blogroll, langsung protes aja monggo.

Okai, jadi bagaimana bisa saya ngedit-ngedit layout di jam sekolah begini?
Karena saya nggak masuk sekolah.
This is the moment i've been waiting for soo long x'( (over) Stress level's rising up high.. jadi pingin mengambil libur sejenak dan membereskan urusan rumah. Yah, semoga peliburan diri ini bermanfaat.

Auw, tapi harus ulangan mat dan pkn susulan! >_<

Read More...

Waktuku dan Waktumu

Beberapa hari yang lalu aku baca novel Jostein Gaarder yang berjudul Gadis Jeruk. Buku ini udah lama aku punya. Dulu juga udah pernah baca, tapi nggak nyambung sama sekali. Jadi aku coba baca lagi. Sekarang ternyata bisa nyambung :D dan isinya bagus juga.

Ceritanya tentang sebuah surat. Surat ini ditulis ayah Georg untuk Georg yang sudah dewasa. Dia semacam pingin curhat, tapi tau bahwa Georg yang masih kecil mungkin nggak akan paham. Jadi saat dia merasa waktunya sudah dekat, dia pun nulis surat untuk masa depan ini dan diselipin ke kereta bayi Georg. Beberapa tahun kemudian surat ini ditemukan dan Georg yang sudah dewasa membacanya. Setengah isi buku ini adalah surat itu sendiri.

Selain itu aku juga banyak menemukan kutipan yang keren. Misalnya ini..

Dan ketika kita tiba di TK, kamu sering langsung berlari ke dalam sebelum kita sempat berucap “sampai nanti”. Seolah-olah kamulah yang tidak punya waktu, bukan aku. Ini pemikiran yang aneh. Orangtua sering kelihatan punya waktu yang lebih banyak daripada anak kecil yang punya seluruh kehidupan di depannya.

Membuat aku berpikir tentang jatah waktu bersama yang masih aku punya bersama orangtuaku. Selama ini mungkin kebanyakan waktu luang aku habiskan bersama teman-teman. Di sekolah sampe sore, main-main dulu.. seolah-olah kitalah yang nggak punya banyak waktu! Kenyataannya, jatah waktu siapa yang udah berjalan lebih lama?

(Oke, emang umur manusia ditentukan, ada yang panjang ada yang pendek. Tapi kalau dihitung kebanyakan orang meninggal di usia tua kan? Jadi asumsikan saja kita memiliki 'garis finish' yang letaknya sama.)

Memikirkan hal seperti itu bikin ati nggak enak.. tapi harus dipikir lho.

Semoga kita bisa memanfaatkan waktu kita sebaik-baiknya..

Waktumu cepat berlalu
tak lama, kau akan seperti aku.
Tapi waktuku malah telah lalu
yang tersisa kini tinggal sejumput.
Jadi lain kali tengoklah aku
karena waktu kita bersama hampir layu

Read More...

Maaf yaa... :)

Lebaran. Hari Raya. Idul Fitri.

Sebut yang manapun, semua menuju pada pengertian yang sama. Yang khas di sana adalah mudik, uang lebaran :p, dan permaafan.

Di post ini saya akan membahas yang terakhir, maaf.

Untuk kembali ke fitrah, kita menghapus coret-coretan jelek di kertas hidup. Kembali ke nol, putih polos, dan memulai lagi dengan menulis yang baik-baik.

Jadi sejak lepas maghrib di hari terakhir puasa, kita sibuk memikirkan kata-kata yang bagus untuk minta maaf ke saudara-saudara kita. Kata-kata ini harus bagus dan mengena, entah itu sepanjang 10 sms atau cuma 1, entah dengan bahasa yang lucu atau yang konvensional, kita ingin meminta maaf dengan cara yang spesial.

Mm.. tadi aku pake kata 'kita' ya? Ngg.. oke deh, bukan kita. Cuma sebagian dari kita (termasuk aku).

Nah, apakah kita benar-benar minta maaf?

Atau satu nada sms yang kita forward ke semua orang di daftar kontak itu hanya untuk formalitas saja?

Mungkin bahkan..

"Halah, si A ini muangkelno. Wes nanti-nanti aja aku sms ke dia kalo dia minta maaf duluan."

"Ng.. si X ini dikirimi nggak ya enaknya? Dia kan dulu jahat sama aku."

"Eh mbencekno cak! Wes angel-angel dikirimi sms njaluk sepuro gak dibales! (Eh, bikin sebel! Udah susah-susah ngirim sms minta maaf nggak dibales!)"

Ayoo kita luruskan niat sms-sms kita itu.

Aku sendiri kemarin berusaha untuk ngirim sms minta maaf secara personal. Artinya, sms itu bukan satu pesan yang aku kirim ke semua teman-temanku. Tiap orang mendapat kata-kata yang berbeda, karena rasa sesalku ke tiap orang pun beda-beda. Aku ingin menghargai masing-masing mereka secara spesial.

Tapi.. yah apa daya. Repot sekali melakukan itu. Jadi cuma sebagian orang aja yang aku kirim ucapan personal. Yang lainnya ya tetep ngirim ke banyak nomor sekaligus. Bahkan aku lupa siapa-siapa yang belum aku mintakan maafnya.

Jadi untuk semua, sekali lagi maaf ya. Semoga permaafan kita ini didasari niat yang tulus dan dapat menghapus coretan-coretan buruk di kertas kita masing-masing. :)

Taqabalallahu minna wa minkum.


Read More...