Lebaran. Hari Raya. Idul Fitri.
Sebut yang manapun, semua menuju pada pengertian yang sama. Yang khas di sana adalah mudik, uang lebaran :p, dan permaafan.
Di post ini saya akan membahas yang terakhir, maaf.
Untuk kembali ke fitrah, kita menghapus coret-coretan jelek di kertas hidup. Kembali ke nol, putih polos, dan memulai lagi dengan menulis yang baik-baik.
Jadi sejak lepas maghrib di hari terakhir puasa, kita sibuk memikirkan kata-kata yang bagus untuk minta maaf ke saudara-saudara kita. Kata-kata ini harus bagus dan mengena, entah itu sepanjang 10 sms atau cuma 1, entah dengan bahasa yang lucu atau yang konvensional, kita ingin meminta maaf dengan cara yang spesial.
Mm.. tadi aku pake kata 'kita' ya? Ngg.. oke deh, bukan kita. Cuma sebagian dari kita (termasuk aku).
Nah, apakah kita benar-benar minta maaf?
Atau satu nada sms yang kita forward ke semua orang di daftar kontak itu hanya untuk formalitas saja?
Mungkin bahkan..
"Halah, si A ini muangkelno. Wes nanti-nanti aja aku sms ke dia kalo dia minta maaf duluan."
"Ng.. si X ini dikirimi nggak ya enaknya? Dia kan dulu jahat sama aku."
"Eh mbencekno cak! Wes angel-angel dikirimi sms njaluk sepuro gak dibales! (Eh, bikin sebel! Udah susah-susah ngirim sms minta maaf nggak dibales!)"
Ayoo kita luruskan niat sms-sms kita itu.
Aku sendiri kemarin berusaha untuk ngirim sms minta maaf secara personal. Artinya, sms itu bukan satu pesan yang aku kirim ke semua teman-temanku. Tiap orang mendapat kata-kata yang berbeda, karena rasa sesalku ke tiap orang pun beda-beda. Aku ingin menghargai masing-masing mereka secara spesial.
Tapi.. yah apa daya. Repot sekali melakukan itu. Jadi cuma sebagian orang aja yang aku kirim ucapan personal. Yang lainnya ya tetep ngirim ke banyak nomor sekaligus. Bahkan aku lupa siapa-siapa yang belum aku mintakan maafnya.
Jadi untuk semua, sekali lagi maaf ya. Semoga permaafan kita ini didasari niat yang tulus dan dapat menghapus coretan-coretan buruk di kertas kita masing-masing. :)
Taqabalallahu minna wa minkum.
Read More...